1

Jawaban Saya tentang ‘Jabatan yang Anda Tawarkan’

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Assalaamu’alaykum warahmatullaah wabarokatuh..

Sebelumnya saya minta maaf karena jawaban untuk tawaran jabatan dari Anda saya post-kan kesini. insya ALLAH maksud saya baik, sekadar ingin berbagi dengan sahabat-sahabat, terkhususnya bagi para akhwat yang mungkin juga ingin menjawab pertanyaan seperti yang saya dapat dari Anda..

heMm” Bismillaah,!
Terima kasih atas amanah baru yang Anda tawarkan kepada saya,
Terima kasih sudah mengalamatkannya kepada saya,
Terima kasih juga buat Pak Pos-nya yang bersedia menjadi pihak ketiga sehingga tak terjadi fitnah (insya ALLAH..)

Continue Reading

0

Poin-Poin Kebahagiaan

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Sifat rakus dan serakah merupakan dua penyakit hati yang sangat membinasakan. Adapun cara mengobatinya adalah mengikuti resep dan terapi berikut ini (nyontek buku pink karya Dr. ‘Aidh al-Qarni) :

1. Hidup sederhana dan hemat dalam membelanjakan uang.
Orang yang gemar berbelanja, tidak akan pernah merasa cukup. Bahkan, ia akan menjadi semakin kikir dan serakah. Hidup hemat merupakan kunci kepuasan diri (qona’ah). Sebuah khabar menyebutkan : “Merencanakan (segala sesuatu) adalah separuh dari kehidupan.)

(penyakit wanita nih! shopping oh shopping, hoho.. semangad ber-qona’ah)

Continue Reading

1

Mati Bagiku Bukan Masalah, Selama Aku Mati Dalam Keadaan ISLAM

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu dia berkata,
“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengutus 10 mata-mata yang dipimpin Ashim bin Tsabit al-Anshari kakek Ashim bin al-Khaththab. Ketika mereka tiba di daerah Huddah antara Asafan dan Makkah mereka berhenti di sebuah kampung suku Hudhail yang biasa disebut sebagai Bani Luhayan.

Kemudian Bani Luhayan mengirim sekitar 100 orang ahli panah untuk mengejar para mata-mata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka berhasil menemukan sisa makanan berupa biji kurma yang mereka makan di tempat istirahat itu. Mereka berkata, ‘Ini adalah biji kurma Madinah, kita harus mengikuti jejak mereka.’

Continue Reading

1

Sepucuk Surat Cinta dari AYAH dan IBU

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

“Keridhaan ALLAH, bergantung pada keridhaan kedua orang tua. Kemurkaan ALLAH, bergantung pada kemurkaan kedua orang tua” (HR. at-Tirmidzi)

Jika pintu surga berada di bawah telapak kaki ibu,
maka sudah sepantasnya jika kunci pintu surga itu berada di tangan ayah yang lelah bekerja..
Bagiku,, Ayah.. Ibu.. adalah bagian terbesar dalam tujuan hidupku, setelah ALLAH dan Rasul-NYA..
mereka juga turut andil dalam “alasan” mengapa saat ini aku berada disini!

Cinta seorang ibu kepada anaknya adalah cinta yang tak terbatas, meski terkadang cinta itu tak terbalas..
Suatu waktu dalam hidup kita, ibu kita adalah ibu yang kesepian. Merindu kita yang mulai asik dengan diri kita sendiri. Kita mulai membangun cara pandang berbeda dan bahkan mencari alasan yang terlalu rumit untuk merasa tidak memahami seorang ibu secara apa adanya. Di usia kita yang belum terlalu tegak menjadi lelaki atau perempuan dewasa, ibu kita masih dan akan selalu berkata, “Hati-hati nak”, dan kita selalu menjawab, “Sudah ngerti bu, aku sudah besar.”

Suatu ketika dalam hidup kita, ibu kita adalah ibu yang mencintai kita dengan segenap perasaannya yang dulu, tidak berubah. Sama kuatnya, sama tulusnya.

Continue Reading

0

Ghadhul Bashar (Jaga Mata..Jaga Hati)

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

dari mata turun ke hati, begitulah ungkapan yang sering kita dengar..

Sudah berapa banyak kontak pandangan mata memberi
kesan dalam hati pelakunya,

Entah itu kesan yang mematikan hati atau hanya sekejap saja
yang membuat si pelakunya tak lupa akan apa yang ditatapnya..

Kesan dalam hati yang dibuat oleh anak panah yang dilepas tanpa
busur dan senar,

Namun apakah ada kebaikan yg tertinggal??
“TIDAK!!” tidak ada kebaikan bagi kesenangan yang akhirnya
adalah penyesalan

Continue Reading

0

Cemburu! Cinta, Percayalah Aku Setia…

 بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

dan kemudian.. mendengar nama “itu” lagi!!
dengan mudah dan entengnya diucapkan begitu saja..

(⌣́_⌣̀) nyeseeek memang!!! mungkin sedang sensi..
sudah biasa, sudah biasa, besok ngak kalah lagi (belum seberapa) hehe :D hope tomorrow will be fine..

atau bagaimana kalau seperti ini saja..
karena saya mudah lupa dengan nama-nama jalan, apakah sebaiknya nama-nama itu saya usulkan menjadi nama jalan saja ya, biar cepat lupa!!  ┐(ˇ.ˇ”)┌ yayayaa..

Sudah sewajarnya, seharusnya, semestinya,
kita memerlukan waktu-waktu untuk menyendiri, menyepi, menghela nafas panjang dan berbicara pada jiwa..
terus menunggu dan berharap!
“MENUNGGU itu SABAR dan BERHARAP itu DO’A”

Continue Reading